Akhirnya Pesawat NASA Pulang Ke Bumi Dari Tahun 2018 Lalu

Akhirnya Pesawat NASA Pulang Ke Bumi Dari Tahun 2018 Lalu – Pesawat Ruang Angkas OSIRIS-REX termasuk salah satu pesawat NASA Amerika Serikat yang bertugas untuk misi ke asteroid Bennu. Namun setelah sampai di Bennu tahun 2018 lalu, akhirnya pesawat ini kembali ke Bumi.

Untuk Osiris Rex ini pun pulang menuju Bumi disampaikan oleh Perwakilan NASA pada tanggal 11 May 2021 yang lalu. Perlu diketahui bahwa Asteroid Bennu termasuk salah satu asteroid besar dengan ukuran mencapai gedung pencakar langit di Bumi dari penerbangan sejak tahun 2016.

Akhirnya Pesawat NASA Pulang Ke Bumi Dari Tahun 2018 Lalu

Akhirnya Pesawat NASA Pulang Ke Bumi Dari Tahun 2018 Lalu

Memang diketahui bersama bahwa Misi OSIRIS REX ini telah selesai dan telah menuju kembali ke bumi dengan tujuangnya di Markas NASA di Colorada Amerika Serikat. Untuk asteroid Bennu ini pun diperkirakan bisa menjadi salah satu asteroid yang bisa menambah wawasan dan pengetahuan bagi manusia dalam masa depan.

Untuk proses pendaratan pesawat antariksa di Bennu pun dimulai di tahun 2018 dan dimana dengan mengambil kapsul berisikan sampel asteroid yang telah diambil dari Bennu. Dan mengenai proses selanjutnya untuk 25% sampel yang diambil ini akan dicoba dilakukan analisa dan 75% sampel akan disimpan terlebih dahulu d Johnson Space Center di Houston, AS.

Baca dan ikutin artikel mengenai antariksan berikutnya nasa komplain china perihal jatuhnya roket di Maladewa

Akhirnya Pesawat NASA Pulang Ke Bumi Dari Tahun 2018 Lalu

Mengenai misi utamanya ini pun didaulat dan diproses dengan pesawat OSIRIS REx yang dimana telah mengeluarkan biasya mencapai 800 dollar AS untuk melakukan penelitian teknologi yng belum ada sebelumnya. Nasa juga memberikan informasi bahwa pesawat antarkiksa ini menggunakan daya dorong mesin untuk mengitari matahari dalam orbit Venus.

Tentunya sebelum ini dilakukan berbagai ahli dari NASA juga mendapatkan kesulitas dalam hal membuka tabir misteri yang ada di Asteroid Bennu yang tekrnal ini. Dan proses selajutnya ini pun akan dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai jejak molekul Hidrogen dan juga Oksigen yang terdapat pada permukaan Asteroid ini.